KENALI CALONMU SEBELUM MENENTUKAN PILIHANMU 2014
DAHLAN ISKAN CURRICULUM VITAE
Nama : Dahlan Iskan
Tempat/Tgl Lahir : Magetan, 17 Agustus 1951
Status: Menikah, dua anak dan enam cucu
Alamat: Capital Residence, SCBD, Jakarta
PENDIDIKAN
• SDN Desa Bukur, Jiwan, Madiun.
• Madrasah Tsanawiyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan.
• Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan.
• Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Samarinda, 2,5 tahun (DO)
• Short Course in Management, Power Plant, Finance Management (Jakarta, USA, China)
GELAR KEHORMATAN
Doktor Honoris Causa Bidang Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, Semarang.
PEKERJAAN
• Reporter Harian Mimbar Masyarakat, Samarinda (1974-1976)
• Koresponden TEMPO Kaltim dan Kepala Biro TEMPO Jatim, The Most Reputable News Weekly Magazine in Indonesia (1975 – 1982)
• Editor in Chief Harian Jawa Pos, sebuah koran yang nyaris bangkrut di
Surabaya untuk dikembangkan menjadi koran nasional (1982 – 1984)
•
Chairman and CEO of The Jawa Pos (1984-2005). Di bawah kepemimpinannya,
Jawa Pos yang semula beroplah 6.000 eksemplar dan nyaris bangkrut,
menjadi sebuah koran dengan network terbesar di Indonesia. Jawa Pos
memiliki lebih dari 120 surat kabar lokal di seluruh Indonesia. Juga
memiliki lebih dari 30 stasiun televisi lokal, percetakan, penerbitan,
power plant dan perusahaan properti dan perkebunan.
• Direktur Utama PT PLN (persero), 23 Desember 2009 – 19 Oktober 2011.
• Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kabinet Indonesia Bersatu II, 19 Oktober 2009 – saat ini.
AKTIVITAS SOSIAL
Majelis Pimpinan Pusat Pesantren Sabilil Muttaqien, sebuah majelis yang
membawahi lebih dari 120 madrasah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah)
beserta jamaah tarikat Syatariyah. Pendiri Intenational Islamic School
(IIS) di Magetan, yang mengadopsi sistem pendidikan dan kurikulum
Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiah Singapura. Organisasi yang pernah
digeluti diantaranya Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa
Timur dan Pusat, dan Ketua Umum Persebaya. Saat ini masih menjabat
sebagai Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS), dan Ketua Umum
Federasi Olahraga Barongsai Seluruh Indonesia.
LAIN-LAIN.
• Terpilih sebagai Indonesian Enterpreuneur of the Year 2000, by Ernst & Young.
• Mewakili Indonesia dalam ajang Entrepreneur of the Year 2003 seluruh dunia di Monaco.
• Menulis lima buah buku yang semuanya National Best Seller: Ganti
Hati, Tidak Ada Yang Tidak Bisa, Pelajaran dari Tiongkok, Dua Tangis
Seribu Tawa, Manufacturing Hope BISA.
• Terkena penyakit kanker hati yang serius pada tahun 2006 dan harus menjalani transplantasi hati di Tianjin Cina.
• Setelah sembuh dari sakit, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
memintanya menjadi Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang
sedang mengalami krisi listrik dan manajemen. Inilah sejarah pertama
seorang lulusan pesantren dipercaya menjadi direktur utama sebuah BUMN
besar dengan total aset Rp 300 triliun. Presiden SBY mengangkatnya
menjadi Dirut PLN dengan pertimbangan kemampuannya dalam manajemen dan
leadership.
• Dinilai berhasil memimpin PLN dalam waktu pendek (22
bulan), Presiden SBY kemudian mengangkatnya menjadi menteri BUMN. Ini
juga sejarah pertama seornag Menteri BUMN berlatar belakang pendidikan
pesantren. Padahal BUMN harus mengurus berbagai sektor mulai perbankan,
asuransi, telekomunikasi, penerbangan, kereta api, pelabuhan, bandara,
perkebunan, pertanian, peternakan, industri semen, industri pupuk,
indistri senjata, industri farmasi, industri nuklir, industri
perhotelan, dan sebagainya. Total ada 141 BUMN dengan sekitar 600 anak
dan cucu perusahaan.
• Lebih dari 20 buku ditulis oleh para penulis lain mengenai Dahlan Iskan.
---
Melihat perjalanan Dahlan Iskan, terlihat bahwa hidup telah menempanya
jenjang demi jenjang. Semua dilalui dengan pembelajaran yang cepat
dengan prestasi yang terukur. Bukan kepopuleran:)
Cuma butuh
waktu 5 tahun untuk membawa Jawa Pos yang oplahnya cukup dimuat satu
becak menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 lebih.
Cuma butuh 22 bulan untuk menyelesaikan nyaris semua masalah PLN yang sudah puluhan tahun tidak terpecahkan.
Sekarang dalam 1,5 tahun menjadi menteri BUMN entah sudah berapa ratus terobosan yang dia lakukan.
TB Silalahi, sang ‘guru para jenderal’ dalam bukunya “Pemimpin Masa Depan” dengan logikanya menulis:
“Kita belum pernah memiliki seorang presiden yang berlatar belakang
wartawan. Seorang wartawan senior adalah orang yang paling banyak
mengetahui masalah-masalah negara. Karena memang tugasnya mencari
informasi selengkap-lengkapnya dalam berbagai segi atau bidang meliputi
masalah-masalah politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, teknologi
dan pertahanan. Di samping itu, seorang wartawan senior juga menulis
analisa maupun solusi dari permasalahan-permasalahan negara. Pengetahuan
dan pengalaman seperti itu dibutuhkan oleh seorang calon presiden.”
Kini di depan kita ada seorang wartawan senior yang juga pengusaha
sukses ditakdirkan memimpin BUMN. Memimpin ratusan perusahaan yang
memang didesain untuk mengatur hajat hidup orang banyak. Menjadi ujung
tombak negara untuk mewujudkan cita-cita kesejahteraan rakyat. Apakah
ini kebetulan?
Ataukah ini cara alam memberi pelajaran dan
menyiapkan seorang pemimpin yang komplit pengetahuan dan pengalamannya
seperti visi TB Silalahi?
Bagaimana pendapat temen-temen?
oleh : Ahmad Zaini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar